Sejak film Laskar Pelangi tayang di bioskop pada tahun 2008, popularitas wisata Belitung langsung meningkat pesat. Keindahan alam yang disuguhkan melalui film tersebut, terutama pantai dengan bebatuan besarnya, membuat orang-orang berbondong-bondong traveling ke sana. Pulau Belitung ternyata memiliki sebuah danau yang bentuknya menyerupai kawah, yakni Danau Kaolin.
Saat berkunjung ke sana, kalian mungkin akan langsung teringat dengan Kawah Putih Ciwidey di Jawa Barat atau Kawah Putih Tinggi Raja di Sumatera Utara. Dari segi keindahan, Danau Kaolin tidak kalah disandingkan dengan kedua kawah tersebut, namun Danau Kaolin memiliki sejarah tersendiri yang membuat daya tariknya semakin meningkat.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Belitung merupakan surganya dunia pertambangan. Sejak tahun 1851, penambangan timah dimulai oleh John Francis Loudon. Seiring dengan berjalannya waktu, jenis penambangan tersebut meluas hingga material kaolin. Dulunya Danau Kaolin menjadi tempat bekas [p berbentuk menyerupai tanah liat yang muncul dari hasil pelapukan batu granit, bahan pembuat plastik, kertas, hingga karet. Belitung adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki cadangan kaolin terbesar. Seluruh hasil penambangan kaolin tersebut dikirim ke luar Belitung untuk digunakan sebagai bahan baku pabrik cat dan kosmetik.
Sayangnya, ketika para penambang mulai meninggalkan wilayah penambangan kaolin di Belitung, muncul berbagai lubang-lubang berukuran cukup besar hasil kerusakan alam. Hal tersebut dapat terjadi karena pihak penambang tidak melakukan reklamasi untuk memperbaikinya. Namun, hasil kerusakan alam tersebut justru berbalik menjadi keindahan khas Belitung. Seiring dengan berjalannya waktu, muncul air dari lubang-lubang bekas eksploitasi dan terkumpul menjadi sebuah danau. Kini, lokasi tersebut dikenal sebagai Danau Kaolin.
Seperti yang disinggung sebelumnya, Danau Kaolin memiliki landscape yang amat mirip dengan Kawah Putih Ciwidey dan Kawah Putih Tinggi Raja. Bedanya, danau ini sama sekali tidak mengluarkan bau belerang yang menyegat. Kalian bisa lebih bebas dan leluasa menikmati pemandangan Danau tanpa harus repot menutupi hidung agar tidak tercium bau belerang. Suhu air di danaunya pun tidak panas sehingga kalian bisa bermain air di sana. Tidak heran jika kalian akan menemukan pengunjung atau anak-anak yang sengaja mencelupkan tangan atau kaki mereka ke dalam Danau. Masyarakat setempat bahkan percaya jika air di Danau ini mampu membuat kulit menjadi lebih mulus.
Karena merupakan bekas tempat penambangan kaolin, Danau ini memiliki dinding-dinding batu berwarna putih yang amat kontras dengan warna hijau toska pada airnya. Perpaduan tersebutlah yang membuat Danau Kaolin memiliki pemandangan yang memanjakan mata. Tidak ketinggalan berbagai pepohonan di sekeliling Danau yang menambah gradasi warna pada pemandangan tersebut. Maka, tidak heran jika Danau ini kerap digunakan sebagai lokasi untuk hunting fotografi. Beberapa calon pasangan yang hendak menikah bahkan menjadikan Danau Kaolin sebagai tempat untuk melakukan foto pre-wedding.
Kabar baiknya lagi, jalan menuju Danau Kaolin Belitung tidak membutuhkan waktu yang terlalu melelahkan. Terletak di Desa Air Raya Tanjung Pandan, kalian hanya memerlukan sepuluh menit waktu berkendara dari pusat Kota Tanjung Pandan. Karena belum dikelola oleh siapa pun, kalian bisa memasuki area Danau Kaolin tanpa membayar. Sayangnya, belum ada fasilitas maksimal di destinasi wisata satu ini. Jika ingin menginap, kalian baru bisa mendapatkan hotel, wisma, atau losmen di kawasan pusat Kota Tanjung Pandan. Usahakan untuk menyewa kendaraan sebab ketersediaan angkutan umum untuk menuju ke Danau Kaolin masih cukup minim.
Keindahan Danau Kaolin bisa mengobati luka atas hasil eksploitasi kekayaan alam di Indonesia, khususnya kaolin. Saat berkunjung, jangan lupa mengenakan baju berlengan panjang atau pakaian tertutup untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari. Selamat menikmati keindahan dan keunikan Danau Kaolin!

No comments:
Post a Comment