Kapal Portugis yang sudah tiba di Pulau Maluku, ingin menuruskan penjelajahan lebih ke selatan lagi. Tepatnya pada abad ke-3, kapal Portugis tiba di salah satu pulau paling selatan di Indonesia. Salah satu nahkodanya yang turun disambut para penduduk ini bertanya dengan Bahasa Portugis, “Apa nama pulau ini?” Dijawab oleh nelayan di pulau itu, “Rote”. Ternyata nelayan tersebut mengira bahwa orang Portugis ini menanyakan namanya, dijawablah “Rote”. Setelah itu, sang nahkoda tersebut menuliskan di jurnal, bahwa pulau yang mereka singgahi adalah Pulau Rote.
Pulau Rote masuk kedalam Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika kalian mendengar nama Nusa Tenggara Timur, pasti akrab dengan Pulau Komodo atau Taman Laut Maumere. Ternyata kalian bisa mendapatkan keindahan lain Nusa Tenggara Timur di Pulau Rote. Sekarang kami akan mengajak kalian berkeliling sejenak menikmati keindahan Pulau Rote.
Pantai Nembrala
Pantai Nembrala adalah salah satu pantai yang sangat terkenal bagi para peselancar. Pantai Nembrala ini letaknya di Kota Ba’a, sekitar 1,5 jam dari pusat kota, yaitu di Desa Nembrala. Perjalanan dari Kota Ba’a ke Desa Nembrala akan sedikit tidak sesuai ekspetasi, karena kebanyakan kalian akan melihat rumput kering dan pohon yang tidak berdaun. Tetapi begitu sampai ke Pantai Nembrala, kalian akan melihat surga kecil di sana.
Pantai Nembrala sendiri memiliki ombak dengan standar internasional, jadi wajar jika kalian akan melihat wisatawan luar negeri yang mengunjungi Pantai Nembrala. Di sekitar Pantai Nembrala, kalian akan melihat beberapa resort tempat menginap dan juga warung kecil menjajakan jajanan khas Pulau Rote Kupang.
Pantai Bo’a
Selanjutnya adalah Pantai Bo’a yang berjarak hanya 10 kilometer dari pusat kota. Yang paling menarik dari Pantai Bo’a adalah gulungan ombak yang ternyata menjadi nomor 2 dengan gulungan ombak terbesar setelah pantai di Hawaii. Karena itu, di Pantai Bo’a setiap bulan Oktober sampai September, akan diadakan kejuaraan selancar taraf internasional. Jadi selain kalian bisa berenang, kalian bisa menikmati para peselencar luar negeri unjuk kebolehan.
Danau Laut Mati
Jika kalian mengetahui Danau Laut Mati di Eropa Selatan, maka kalian bisa menikmati Danau Laut Mati di Pulau Rote. Dinamakan Danau Laut Mati karena airnya yang tidak bergerak menyusuri arus, sehingga tampak terlihat seperti mati. Untuk menuju Danau Laut Mati, kalian bisa naik angkutan umum selama 1-2 jam dari pusat kota. Sampai di Danau Laut Mati, kalian bisa menyusuri danau dengan menggunakan jet ski. Atau jika kalian ingin melihat mangrove yang ada di sekitar Danau Laut Mati juga bisa berjalan sekitar 5-10 menit.
No comments:
Post a Comment